Thursday, July 30, 2009
Wednesday, June 17, 2009
Peralatan Bantu PLTU
Peralatan bantu pada PLTU Gresik Unit 3 dan 4 adalah sebagai berikut:
a. Kondensor
Kondensor adalah peralatan untuk mengubah fase uap menjadi air kondensat dengan menerima uap yang keluar dari turbin uap dan membuang panasnya pada air dingin
b. Forced Draft Fan (FDF)
Forced draft fan berfungsi sebagai penyuplai udara yang digunakan pada pembakaran dalam ruang bakar. Udara yang disuplai adalah udara yang berkelebihan (excess air) sehingga diharapkan bahan bakar residu akan habis akan habis terbakar (pembakaran sempurna) dan tidak menghasilkan gas CO
c. Gas Injection Fan (GIF)
Gas injection fan berfungsi sebagai kipas penghasil udara pendorong dari bahan bakar yang akan masuk ke dalam ruang bakar. GIF dapat dioperasikan pada beban rendah untuk menolong kontrol temperatur uap. Aliran gas yang diinjeksikan dapat dikontrol secara otomatis dengan menggunakan Fan Inlet Damper (FID)
d. Boiler Feed Pump (BFP)
Boiler feed pump berfungsi untuk memompa air dari deaerator ke boiler
e. Circulating Water Pump (CWP)
Circulating water pump berfungsi untuk memompa air laut ke kondensor sebagai pendingin. CWP yang digunakan sebanyak dua unit dengan kapasitas masing-masing 11.700 mm3/jam dan total head 9,5 m. Daya motor 400 kW dengan tegangan 4 kV
f. Condensate pump
Condensate pump berfungsi untuk memompa air dari kondensor ke deaerator. Condensate pump yang digunakan sebanyak dua unit dengan kapasitas masing-masing 440 ton/jam dan total head 205 m. Effisiensi sebesar 79% dan daya motor 340 kW serta tegangan 4 kV
g. Deaerator
Deaerator berfungsi untuk memanaskan air pengisi boiler dan menghilangkan udara dalam air.
h. Cooling water pump
i. Make up water transfer pump
Make up water transfer pump berfungsi untuk memompa air dari make up water tank ke kondensor sebagai air penambah. Make up water transfer pump yang digunakan sebanyak satu unit dengan kapasitas 80 m3/jam dengan total head 60 m dan daya motor 22 kW serta tegangan 440 V
j. Residual oil transfer pump
Residual oil transfer pump berfungsi untuk memindahkan minyak residu dari residual oil storage tank ke residual service tank
k. Residual oil pump
Residual oil pump berfugsi untuk memompa minyak residu dari residual oil service tank ke burner.
l. High Speed Diesel (HSD) oil pump
High speed diesel oil pump berfungsi untuk memompa solar dari high diesel oil service tank ke house boiler HSD tank, emergency generator HSD tank, igniter dan warm up burner.
m. Vacuum pump
Vacuum pump berfungsi untuk mengeluarkan udara yang berada dalam water box air kondensor sehingga menyempurnakan sistem pendinginnya
n. Water treatment supply pump
Water treatment supply pump berfungsi untuk memompa air tawar dari raw water tank ke water treatment equipment untuk diolah lagi
o. Low Pressure Heater (LPH)
Low pressure heater berfungsi untuk memanaskan air pengisi boiler yang melewati di dalamnya
p. High Pressure Heater (HPH)
High pressure heater berfungsi untuk memanaskan air pengisi boiler yang dilewatkan di dalamnya. Panas yang digunakan berasal dari uap ekstrasi kedua dan pertama
q. Raw water tank
Raw water tank merupakan tangki penampung air tawar yang dihasilkan oleh desalination plant
r. Make up water tank
Merupakan tangki penampung air pengisi boiler yang dihasilkan water treatment equipment
s. Residual oil storage tank
Residual oil storage tank merupakan tangki untuk menyimpan bahan bakar residu yang berasal dari kapal tanker dan merupakan tangki penyimpanan bulanan. Terdapat enam buah residual oil storage tank dengan kapasitas masing-masing 20.000 kiloliter
t. Residual oil service tank
Residual oil service tank merupakan tangki untuk menyimpan bahan bakar yang berasal dari residual oil storage tank dan merupakan tangki penyimpan harian.
a. Kondensor
Kondensor adalah peralatan untuk mengubah fase uap menjadi air kondensat dengan menerima uap yang keluar dari turbin uap dan membuang panasnya pada air dingin
b. Forced Draft Fan (FDF)
Forced draft fan berfungsi sebagai penyuplai udara yang digunakan pada pembakaran dalam ruang bakar. Udara yang disuplai adalah udara yang berkelebihan (excess air) sehingga diharapkan bahan bakar residu akan habis akan habis terbakar (pembakaran sempurna) dan tidak menghasilkan gas CO
c. Gas Injection Fan (GIF)
Gas injection fan berfungsi sebagai kipas penghasil udara pendorong dari bahan bakar yang akan masuk ke dalam ruang bakar. GIF dapat dioperasikan pada beban rendah untuk menolong kontrol temperatur uap. Aliran gas yang diinjeksikan dapat dikontrol secara otomatis dengan menggunakan Fan Inlet Damper (FID)
d. Boiler Feed Pump (BFP)
Boiler feed pump berfungsi untuk memompa air dari deaerator ke boiler
e. Circulating Water Pump (CWP)
Circulating water pump berfungsi untuk memompa air laut ke kondensor sebagai pendingin. CWP yang digunakan sebanyak dua unit dengan kapasitas masing-masing 11.700 mm3/jam dan total head 9,5 m. Daya motor 400 kW dengan tegangan 4 kV
f. Condensate pump
Condensate pump berfungsi untuk memompa air dari kondensor ke deaerator. Condensate pump yang digunakan sebanyak dua unit dengan kapasitas masing-masing 440 ton/jam dan total head 205 m. Effisiensi sebesar 79% dan daya motor 340 kW serta tegangan 4 kV
g. Deaerator
Deaerator berfungsi untuk memanaskan air pengisi boiler dan menghilangkan udara dalam air.
h. Cooling water pump
i. Make up water transfer pump
Make up water transfer pump berfungsi untuk memompa air dari make up water tank ke kondensor sebagai air penambah. Make up water transfer pump yang digunakan sebanyak satu unit dengan kapasitas 80 m3/jam dengan total head 60 m dan daya motor 22 kW serta tegangan 440 V
j. Residual oil transfer pump
Residual oil transfer pump berfungsi untuk memindahkan minyak residu dari residual oil storage tank ke residual service tank
k. Residual oil pump
Residual oil pump berfugsi untuk memompa minyak residu dari residual oil service tank ke burner.
l. High Speed Diesel (HSD) oil pump
High speed diesel oil pump berfungsi untuk memompa solar dari high diesel oil service tank ke house boiler HSD tank, emergency generator HSD tank, igniter dan warm up burner.
m. Vacuum pump
Vacuum pump berfungsi untuk mengeluarkan udara yang berada dalam water box air kondensor sehingga menyempurnakan sistem pendinginnya
n. Water treatment supply pump
Water treatment supply pump berfungsi untuk memompa air tawar dari raw water tank ke water treatment equipment untuk diolah lagi
o. Low Pressure Heater (LPH)
Low pressure heater berfungsi untuk memanaskan air pengisi boiler yang melewati di dalamnya
p. High Pressure Heater (HPH)
High pressure heater berfungsi untuk memanaskan air pengisi boiler yang dilewatkan di dalamnya. Panas yang digunakan berasal dari uap ekstrasi kedua dan pertama
q. Raw water tank
Raw water tank merupakan tangki penampung air tawar yang dihasilkan oleh desalination plant
r. Make up water tank
Merupakan tangki penampung air pengisi boiler yang dihasilkan water treatment equipment
s. Residual oil storage tank
Residual oil storage tank merupakan tangki untuk menyimpan bahan bakar residu yang berasal dari kapal tanker dan merupakan tangki penyimpanan bulanan. Terdapat enam buah residual oil storage tank dengan kapasitas masing-masing 20.000 kiloliter
t. Residual oil service tank
Residual oil service tank merupakan tangki untuk menyimpan bahan bakar yang berasal dari residual oil storage tank dan merupakan tangki penyimpan harian.
Label:
sistem tenaga,
teknologi
Peralatan Utama PLTU :: Transformator
Tegangan daya listrik pada PLTU Gresik sebesar 15 kV yang dibangkitkan generator dinaikkan dengan transformator utama (main transformer) menjadi tegangan sebesar 154 kV dan kemudian dikirim ke switchyard (gardu induk pembangkitan) untuk disalurkan melalui saluran transmisi. Untuk sistem pemakaian sendiri, digunakan tegangan sebesar 4,16 kV yang diambil dari penurunan tegangan output dengan menggunakan transformator bantu (auxiliary transformer).
Dan saat diperlukan daya pada sistem pemakaian sendiri untuk pembangkitan awal, digunakan starting transformer untuk menurunkan tegangan dari switchyard 154 kV menjadi 4,16 kV. Daya tersebut diperoleh dari jaringan interkoneksi luar atau emergency power source. Setelah daya generator mencapai 10 – 20% dari daya nominal, penyaluran daya kemudian dialihkan ke auxiliary transformer. Sehingga beban pemakaian sendiri seperti water treatment, penerangan dan lain sebagainya disuplai oleh auxiliary transformer selama pembangkit beroperasi. Starting transformer juga digunakan sebagai cadangan untuk menyuplai daya ketika auxiliary transformer diperbaiki.
Transformator yang ada di PLTU Gresik unit 3 ada tiga macam :
• Main transformer
• Auxiliary transformer
• Starting transformer
Dan saat diperlukan daya pada sistem pemakaian sendiri untuk pembangkitan awal, digunakan starting transformer untuk menurunkan tegangan dari switchyard 154 kV menjadi 4,16 kV. Daya tersebut diperoleh dari jaringan interkoneksi luar atau emergency power source. Setelah daya generator mencapai 10 – 20% dari daya nominal, penyaluran daya kemudian dialihkan ke auxiliary transformer. Sehingga beban pemakaian sendiri seperti water treatment, penerangan dan lain sebagainya disuplai oleh auxiliary transformer selama pembangkit beroperasi. Starting transformer juga digunakan sebagai cadangan untuk menyuplai daya ketika auxiliary transformer diperbaiki.
Transformator yang ada di PLTU Gresik unit 3 ada tiga macam :
• Main transformer
• Auxiliary transformer
• Starting transformer
Label:
sistem tenaga,
teknologi
Peralatan Utama PLTU :: Generator
Generator adalah peralatan yang mengubah tenaga mekanis putaran menjadi tenaga listrik. Generator pada PLTU Gresik unit 3 secara langsung dihubungkan ke peralatan turbin uap dan dioperasikan dengan output daya rata-rata 200 MW untuk beroperasi secara paralel dengan unit yang lainnya. Generator yang digunakan adalah jenis generator sinkron tiga phasa yang memiliki rotor silindris dan di dalamnya terdapat belitan peredam (damper winding) serta dihubungkan langsung dengan turbin.
Generator tersebut memiliki sistem pendingin tertutup karena menggunakan gas hidrogen sebagai medium pendingin yang dinaikkan ke dalam stator. Ventilasi internalnya merupakan sistem sirkulasi yang tertutup dan dihisap oleh kipas aksial kemudian dimasukkan ke lubang-lubang yang terdapat di rotor. Hal ini menyebabkan sistem akan terbebas dari kotoran uap lembab sehingga sangat membantu peningkatan performa agar tetap stabil.
Generator didesain untuk operasi secara kontinu dan dibuat untuk dapat bertahan di bawah batas waktu tertentu, misalnya suatu keadaan yang berhubungan dengan operasi seperti perubahan beban secara cepat atau hubung singkat tiga phasa.
Untuk memastikan operasi kerja yang tinggi, generator harus disuplai dengan beberapa fasilitas tambahan. Fasilitas tambahan tersebut meliputi sistem kontrol seal minyak yang berfungsi untuk memonitor dan mengontrol sistem pengatur poros seal, sistem kontrol gas hidrogen yang berfungsi untuk mengontrol tekanan dan kemurnian gas hidrogen yang akan masuk ke dalam mesin, perlengkapan dan peralatan untuk pemeriksaan getaran rotor, temperatur gas dan temperatur belitan lain-lain.
Secara garis besar, generator tersusun atas bagian stator dan rotor.
Adapun generator memiliki sistem pengamanan ketika terjadi gangguan pada sistem operasi. Hal ini dimaksudkan agar segera dilakukan pemutusan sistem sehingga keadaan generator dapat dijaga. Pengaman pada generator antara lain disebutkan seperti di bawah:
1. Over current relay
2. Differential relay
3. Distance relay
4. Neutral grounding relay
5. Loss of excitation
6. Lock out relay
Generator tersebut memiliki sistem pendingin tertutup karena menggunakan gas hidrogen sebagai medium pendingin yang dinaikkan ke dalam stator. Ventilasi internalnya merupakan sistem sirkulasi yang tertutup dan dihisap oleh kipas aksial kemudian dimasukkan ke lubang-lubang yang terdapat di rotor. Hal ini menyebabkan sistem akan terbebas dari kotoran uap lembab sehingga sangat membantu peningkatan performa agar tetap stabil.
Generator didesain untuk operasi secara kontinu dan dibuat untuk dapat bertahan di bawah batas waktu tertentu, misalnya suatu keadaan yang berhubungan dengan operasi seperti perubahan beban secara cepat atau hubung singkat tiga phasa.
Untuk memastikan operasi kerja yang tinggi, generator harus disuplai dengan beberapa fasilitas tambahan. Fasilitas tambahan tersebut meliputi sistem kontrol seal minyak yang berfungsi untuk memonitor dan mengontrol sistem pengatur poros seal, sistem kontrol gas hidrogen yang berfungsi untuk mengontrol tekanan dan kemurnian gas hidrogen yang akan masuk ke dalam mesin, perlengkapan dan peralatan untuk pemeriksaan getaran rotor, temperatur gas dan temperatur belitan lain-lain.
Secara garis besar, generator tersusun atas bagian stator dan rotor.
Adapun generator memiliki sistem pengamanan ketika terjadi gangguan pada sistem operasi. Hal ini dimaksudkan agar segera dilakukan pemutusan sistem sehingga keadaan generator dapat dijaga. Pengaman pada generator antara lain disebutkan seperti di bawah:
1. Over current relay
2. Differential relay
3. Distance relay
4. Neutral grounding relay
5. Loss of excitation
6. Lock out relay
Label:
sistem tenaga,
teknologi
Peralatan Utama PLTU :: Turbin
Turbin berfungsi sebagai penghasil putaran untuk menggerakkan generator. Tenaga penggerak dari turbin pada PLTU Gresik Unit 3 dan 4 adalah uap yang bertemperatur sekitar 541o C. Dalam hal ini, uap yang dbutuhkan tergantung pada besar kecilnya beban. Jika beban tinggi maka jumlah uap yang diperlukan juga besar, sebaliknya jika beban rendah maka uap yang masuk ke turbin dilakukan oleh kontrol valve yang bekerja secara otomatis tergantung pada besar beban.
Jenis turbin yang digunakan adalah tandem compound reheat turbine, two cylinders, double flow exhaust, impulse type, Toshiba. Dengan kapasitas 200 MW, putaran 3.000 rpm, tekanan uap 169 kg/cm2, temperatur uap 541o C dan tekanan ruang 65 mmHg. Turbin terdiri atas bagian High Pressure (HP) Reheat (opposed flow) dan bagian Low Pressure (HP) Reheat (two flows).
Turbin uap memiliki tiga tingkatan:
a. Turbin tekanan tinggi (High Presure turbine)
b. Turbin tekanan menengah (Intermediate Pressure Turbine)
c. Turbin tekanan rendah (Low Pressure Turbine).
Uap kering dari final superheater yang memiliki temperatur dan tekanan yang tinggi dialirkan ke High Pressure Turbine atau turbin tekanan tinggi. Di dalam turbin ini terdapat sudu-sudu tetap dan sudu bergerak yang memiliki bentuk sedemikian rupa sehingga dapat mengekspansikan uap. Energi uap yang diterima oleh sudu-sudu turbin digunakan untuk menggerakkan poros turbin. Pada saat terjadi perubahan energi, temperatur uap akan turun sehingga perlu diadakan pemanasan ulang pada reheater. Dari reheater, uap kemudian masuk ke Intermediate Pressure Turbine atau turbin tekanan menengah dan akan menggerakkan sudu-sudu turbin IP dan LP sehingga dari gerakan sudu-sudu ini akan memperkuat gerakan poros turbin. Poros turbin dihubungkan dengan poros generator menggunakan kopling tetap atau fixed coupling.
Untuk mendinginkan bearing-bearing turbin yang panas karena gerakan berputar digunakan minyak pelumas yang bersirkulasi. Minyak pelumas yang sudah panas tersebut kemudian didinginkan dengan air.
Ada lima tingkatan untuk menjalankan turbin berdasarkan temperatur metal dan uap yaitu:
a. Cold start : 0o C – 180o C
b. Warm up I start : 180o C – 250o C
c. Warm up II start : 250o C – 350o C
d. Hot start : 350o C – 500o C
e. Very hot start : > 500o C
Pengoperasian turbin ditunjang oleh governor, pengaman putaran lebih, pengaman bantalan aksial, main stop valve, selenoid trip, pengaman vakum rendah, vibrasi lebih, throttle valve, pengaman tekanan minyak pelumas dan turning gear.
a. Governor
Turbin sebagai pengerak generator harus memiliki putaran yang konstan. Untuk menjaga putaran konstan digunakan governor. Governor adalah peralatan kontrol putaran turbin yang mengatur putaran dalam batas tertentu pada saat terjadi perubahan beban yang menyebabkan perubahan putaran turbin.
b. Pengaman putaran lebih dari turbin
Jika governor bekerja kurang sensitif maka putaran turbin akan lebih lambat atau cepat. Putaran yang terlalu cepat akan berbahaya sehingga diperlukan adanya pengaman yaitu berupa nock yang dipasang pada poros. Jika putaran terlalu cepat nock akan menjulur keluar dan menyentuh tuas yang dipasang di sekeliling poros tersebut dan relay akan menghentikan turbin.
c. Pengaman bantalan aksial
Berfungsi sebagai pengaman rotor beserta sudu-sudu sehingga tidak bergerak ke arah aksial melebihi batas yang diizinkan pada saat berputar. Gerakan ini menyebabkan adanya gesekan antara stator dan rotor karena sempitnya jarak bebas antara sudu tetap dengan sudu geraknya.
d. Main stop valve
Terletak di depan turbin pada aliran masuk uap utama yaitu antara boiler dengan katup kontrol uap. Fungsi utamanya adalah untuk menutup dengan cepat aliran uap ke turbin jika dalam keadaan bahaya seperti kegagalan pada katup kontrol uap atau pada waktu kehilangan beban atau unit trip . Main stop valve dilengkapi dengan motor yang diopoerasikan pada interval bypass valve yang berguna untuk mengontrol aliran uap ke dalam turbin selama starting dan loading dengan katup kontrol uap yang terbuka.
e. Selenoid trip
Terdapat pada turbin maupun control room. Selenoid trip terdiri dari kumparan dengan arus DC. Jika ada sinyal, arus listrik akan mengalir melalui kumparan dan menimbulkan magnet yang akan memberi perintah untuk menghentikan pemasukan uap ke turbin dengan menutup main stop valve yang ada.
f. Pengaman vakum rendah
Merupakan pengaman vakum kondensor yang disebut juga automatic low vacuum trip yang merupakan interlock dengan turbin karena tidak akan dimasuki uap jika tekanan kondensor belum vakum. Alat ini akan menutup turbin jika uap yang keluar dari turbin pada kodensor tersebut naik dari batas-batas yang telah diizinkan.
g. Throttle valve / Control valve
Katup ini bekerja secara hidrolik jika terjadi gangguan sehingga unit harus dimatikan. Katup akan menutup saluran sehingga uap akan masuk turbin dengan menggunakan tekanan hydraulic operating mechanism.
h. Pengaman minyak
Minyak selain sebagai pelumas juga sebagai media pendingin sehingga minyak perlu dikontrol secara cermat. Jika terjadi pengurangan aliran maka sistem pengaturan secara interlock akan memerintahkan turbin untuk berhenti.
i. Turning gear
Pada saat unit tidak berfungsi, dipergunakan turning gear untuk memutar poros turbin. Tujuannya untuk mencegah defleksi atau lentingan dari poros karena pengaruh panas dari uap pada waktu unit beroperasi dan juga karena sudu-sudu turbin
Jenis turbin yang digunakan adalah tandem compound reheat turbine, two cylinders, double flow exhaust, impulse type, Toshiba. Dengan kapasitas 200 MW, putaran 3.000 rpm, tekanan uap 169 kg/cm2, temperatur uap 541o C dan tekanan ruang 65 mmHg. Turbin terdiri atas bagian High Pressure (HP) Reheat (opposed flow) dan bagian Low Pressure (HP) Reheat (two flows).
Turbin uap memiliki tiga tingkatan:
a. Turbin tekanan tinggi (High Presure turbine)
b. Turbin tekanan menengah (Intermediate Pressure Turbine)
c. Turbin tekanan rendah (Low Pressure Turbine).
Uap kering dari final superheater yang memiliki temperatur dan tekanan yang tinggi dialirkan ke High Pressure Turbine atau turbin tekanan tinggi. Di dalam turbin ini terdapat sudu-sudu tetap dan sudu bergerak yang memiliki bentuk sedemikian rupa sehingga dapat mengekspansikan uap. Energi uap yang diterima oleh sudu-sudu turbin digunakan untuk menggerakkan poros turbin. Pada saat terjadi perubahan energi, temperatur uap akan turun sehingga perlu diadakan pemanasan ulang pada reheater. Dari reheater, uap kemudian masuk ke Intermediate Pressure Turbine atau turbin tekanan menengah dan akan menggerakkan sudu-sudu turbin IP dan LP sehingga dari gerakan sudu-sudu ini akan memperkuat gerakan poros turbin. Poros turbin dihubungkan dengan poros generator menggunakan kopling tetap atau fixed coupling.
Untuk mendinginkan bearing-bearing turbin yang panas karena gerakan berputar digunakan minyak pelumas yang bersirkulasi. Minyak pelumas yang sudah panas tersebut kemudian didinginkan dengan air.
Ada lima tingkatan untuk menjalankan turbin berdasarkan temperatur metal dan uap yaitu:
a. Cold start : 0o C – 180o C
b. Warm up I start : 180o C – 250o C
c. Warm up II start : 250o C – 350o C
d. Hot start : 350o C – 500o C
e. Very hot start : > 500o C
Pengoperasian turbin ditunjang oleh governor, pengaman putaran lebih, pengaman bantalan aksial, main stop valve, selenoid trip, pengaman vakum rendah, vibrasi lebih, throttle valve, pengaman tekanan minyak pelumas dan turning gear.
a. Governor
Turbin sebagai pengerak generator harus memiliki putaran yang konstan. Untuk menjaga putaran konstan digunakan governor. Governor adalah peralatan kontrol putaran turbin yang mengatur putaran dalam batas tertentu pada saat terjadi perubahan beban yang menyebabkan perubahan putaran turbin.
b. Pengaman putaran lebih dari turbin
Jika governor bekerja kurang sensitif maka putaran turbin akan lebih lambat atau cepat. Putaran yang terlalu cepat akan berbahaya sehingga diperlukan adanya pengaman yaitu berupa nock yang dipasang pada poros. Jika putaran terlalu cepat nock akan menjulur keluar dan menyentuh tuas yang dipasang di sekeliling poros tersebut dan relay akan menghentikan turbin.
c. Pengaman bantalan aksial
Berfungsi sebagai pengaman rotor beserta sudu-sudu sehingga tidak bergerak ke arah aksial melebihi batas yang diizinkan pada saat berputar. Gerakan ini menyebabkan adanya gesekan antara stator dan rotor karena sempitnya jarak bebas antara sudu tetap dengan sudu geraknya.
d. Main stop valve
Terletak di depan turbin pada aliran masuk uap utama yaitu antara boiler dengan katup kontrol uap. Fungsi utamanya adalah untuk menutup dengan cepat aliran uap ke turbin jika dalam keadaan bahaya seperti kegagalan pada katup kontrol uap atau pada waktu kehilangan beban atau unit trip . Main stop valve dilengkapi dengan motor yang diopoerasikan pada interval bypass valve yang berguna untuk mengontrol aliran uap ke dalam turbin selama starting dan loading dengan katup kontrol uap yang terbuka.
e. Selenoid trip
Terdapat pada turbin maupun control room. Selenoid trip terdiri dari kumparan dengan arus DC. Jika ada sinyal, arus listrik akan mengalir melalui kumparan dan menimbulkan magnet yang akan memberi perintah untuk menghentikan pemasukan uap ke turbin dengan menutup main stop valve yang ada.
f. Pengaman vakum rendah
Merupakan pengaman vakum kondensor yang disebut juga automatic low vacuum trip yang merupakan interlock dengan turbin karena tidak akan dimasuki uap jika tekanan kondensor belum vakum. Alat ini akan menutup turbin jika uap yang keluar dari turbin pada kodensor tersebut naik dari batas-batas yang telah diizinkan.
g. Throttle valve / Control valve
Katup ini bekerja secara hidrolik jika terjadi gangguan sehingga unit harus dimatikan. Katup akan menutup saluran sehingga uap akan masuk turbin dengan menggunakan tekanan hydraulic operating mechanism.
h. Pengaman minyak
Minyak selain sebagai pelumas juga sebagai media pendingin sehingga minyak perlu dikontrol secara cermat. Jika terjadi pengurangan aliran maka sistem pengaturan secara interlock akan memerintahkan turbin untuk berhenti.
i. Turning gear
Pada saat unit tidak berfungsi, dipergunakan turning gear untuk memutar poros turbin. Tujuannya untuk mencegah defleksi atau lentingan dari poros karena pengaruh panas dari uap pada waktu unit beroperasi dan juga karena sudu-sudu turbin
Label:
sistem tenaga,
teknologi
Subscribe to:
Posts (Atom)
